Bab 5 Masa Lalu
Halaman (1/3)
Dalam keadaan antara sadar dan tidak, Shen Sangsang mendengar beberapa bisikan samar.
"Kudengar Nyonya Besar Shen masuk rumah sakit pagi ini, apakah itu benar?"
"Tentu saja benar. Beliau dibawa ke rumah sakit pukul tujuh pagi, dan Tuan Shen bahkan belum kembali sampai sekarang."
"Aduh, kejadian ini saja membuat kita sulit menerimanya, apalagi keluarga terpandang seperti keluarga Shen. Tak disangka, di usianya yang masih muda, ia memiliki kelicikan sedalam itu. Menggunakan cara kotor untuk masuk ke keluarga Shen. Sekalipun dulu Nyonya Besar sangat menyayanginya, sekarang beliau pasti sangat membencinya."
"Benar sekali. Seandainya kejadian itu tidak terjadi, calon Nyonya Shen pasti berasal dari keluarga terpandang yang terhormat, bukan dia..."
Kesadaran Shen Sangsang terasa melayang, namun suara-suara itu terdengar sangat jelas di telinganya.
Saat waktu hampir menunjukkan pukul dua belas siang, barulah Shen Sangsang keluar dari kamarnya.
Ketika berdiri di koridor lantai dua, matanya secara tidak sadar melirik ke arah ruang kerja Shen Yuehuai. Namun, ia justru mendapati asisten Shen Yuehuai sedang berdiri di depan pintu ruang kerja sambil menatapnya. Ia pun segera membuang muka, berbalik arah, dan meninggalkan lantai dua.
...
Malam harinya, Shen Yuehuai sedang bekerja di dalam kamarnya.
Terdengar suara dari luar pintu ruang kerja, ia melirik sekilas ke arah pintu dengan ujung matanya.
Sesosok bayangan masuk ke dalam.
"Paman Shen."
Orang itu mengenakan gaun putih bersih yang memperlihatkan lengannya yang putih mulus, rambut panjang hitamnya terurai di bahu. Berdiri di ambang pintu, ia tampak seperti bunga bakung yang mekar sempurna, murni dan indah.
Halaman (2/3)
"Kenapa kemari?"
Shen Yuehuai bersandar di kursi kulitnya tanpa menoleh lagi, matanya terpaku pada layar komputer di hadapannya.
Di dalam ruang kerja yang remang-remang, sosok keduanya tampak samar.
Di ruang kerja yang luas ini, suara Shen Yuehuai terdengar dingin dan jauh di telinga Shen Sangsang.
Shen Sangsang yang berdiri di ambang pintu bertanya, "Apakah tanganmu... baik-baik saja?"
Melihat pria itu tidak bereaksi, ia kembali bersuara, "Aku dengar Nenek masuk rumah sakit?"
Dulu, ia memanggil Nyonya Besar Shen dengan sebutan Nenek. Statusnya berbeda dengan pelayan lain di keluarga Shen karena Nyonya Besar sangat menyayangi dan menyukainya. Oleh sebab itu, kehidupan sehari-harinya di keluarga Shen bisa dibilang sudah seperti cucu kandung Nyonya Besar.
Namun, kejadian dua bulan lalu telah mengubah segalanya secara drastis.
Shen Yuehuai sedang mengurus beberapa dokumen di komputernya. Meskipun ia tampak tidak memperhatikannya, sebenarnya ia mencuri pandang ke arah gadis itu.
"Selama kau tidak muncul di hadapannya untuk sementara waktu, itu sudah cukup."
Ia berpikir sejenak, lalu menambahkan, "Orang tua itu belum bisa menerima hubungan kita untuk saat ini."
"Maafkan aku, ini semua salahku karena membuat Nenek mengalami guncangan sebesar ini."
Ia kembali meminta maaf.
Shen Yuehuai mengangkat alis di depan komputernya, dan akhirnya menatap wajah gadis itu sepenuhnya.
Halaman (3/3)
Mungkin karena baru saja pulih dari sakit, wajahnya yang terpapar cahaya lampu memancarkan rona merah samar.
Malam yang memabukkan dan kacau itu kembali terbayang di depan mata Shen Yuehuai. Matanya sedingin es, dengan tatapan yang dalam dan tak berdasar. "Seharusnya kau meminta maaf pada dirimu sendiri."
Tentu saja Shen Sangsang paham maksud dari perkataan tersebut.
Namun, ia tidak memedulikannya, karena apa yang terjadi di antara mereka dua bulan lalu sudah tidak penting lagi. Ia hanya berpura-pura tidak mengerti dan mengalihkan pembicaraan, "Kemarin aku sangat ketakutan dan bingung, karena itulah aku..."
Matanya menatap tangan pria itu dengan penuh perhatian, "Paman Shen, tanganmu tidak—"
Shen Yuehuai tidak memedulikan luka di tangannya, melainkan membahas hal lain, "Beberapa tahun ini aku terus mengurus urusan di luar negeri dan kurang memperhatikanmu. Mulai besok, aku akan mengatur seorang psikolog untuk datang dan merawatmu. Hal-hal yang tidak menyenangkan di masa lalu, lebih baik dilupakan saja."
Masa lalu...
Tangan Shen Sangsang yang terkulai di samping tubuhnya bergetar pelan, meskipun gerakan itu sangat tipis dan hampir tidak disadari oleh siapa pun.
Detik berikutnya, Shen Yuehuai meletakkan sebotol obat tidur di atas meja.
"Benda ini, kau sudah meminumnya cukup lama, bukan?"