Bab 24 Taman di Tepi Sungai Telah Selesai Dibangun
Sun Mingyue benar-benar kebingungan. Segalanya baik-baik saja selama beberapa waktu, kenapa tiba-tiba urusannya dengan Zhu Wenhao malah terbongkar?
Untung saja ia sudah membawa ibunya pulang ke rumah. Kalau sampai beberapa warganet yang terlalu berlebihan menemukan mereka di rumah sakit, pasti akan sangat merepotkan.
“Pasti ada seseorang yang ingin menjatuhkan Zhu Wenhao,” kata ibunya, Wei Hongying.
Selama ini, Sun Mingyue hanya pernah memerankan beberapa tokoh figuran saja, tidak terkenal, dan sekarang malah sepanjang hari menjaga ibunya di rumah sakit. Siapa yang akan sengaja menargetkan sosok yang tidak menonjol seperti dirinya?
Sekilas berita itu tampak seperti hanya mengungkap data diri Sun Mingyue, tapi jangan lupakan kalau nama Zhu Wenhao juga tercantum di dalamnya. Saat ini, Zhu Wenhao sedang berada di puncak popularitas, lalu tiba-tiba muncul gosip-gosip miring ini, orang yang cermat pasti tahu target sesungguhnya adalah Zhu Wenhao.
Sun Mingyue gelisah, “Bagaimana kalau aku membuat pernyataan saja? Bahwa semuanya aku yang memulai, Zhu Wenhao saat itu sedang mabuk dan tidak tahu apa-apa.”
Ibunya menghela napas, “Percuma, orang-orang tidak peduli apa penyebabnya. Mereka hanya peduli apakah kamu memang melakukannya atau tidak.”
“Apalagi kalau ada orang yang mengatur dari belakang, tidak semudah itu diredam.”
“Jadi, tidak ada jalan lain?” Sun Mingyue menggigit bibirnya.
Padahal jelas-jelas semua ini adalah jebakan dari Su Jie, tidak ada kaitannya dengan Zhu Wenhao, dan dirinya sendiri pun memang mau. Apa urusannya dengan orang lain?
Wei Hongying berkata, “Sebenarnya ada cara mudah. Tinggal sebarkan saja bukti Su Jie menyuapmu. Tapi setelah itu, kamu dan Su Jie pasti akan jadi sasaran serangan netizen.”
“Aku tidak peduli.”
“Tapi aku peduli!”
Ucapan Wei Hongying membuat Sun Mingyue tertegun, lalu ia langsung memeluk ibunya dan menangis tersedu-sedu.
Ibunya mengelus rambutnya dengan lembut, menenangkan, “Jangan panik. Lihat saja dulu apa reaksi Zhu Wenhao.”
“Iya!”
Zhu Wenhao melihat berita itu dengan santai. Masalah ini sudah pernah muncul di berita sebelumnya, kali ini hanya Sun Mingyue saja yang ikut terbawa.
Mau digosipkan seburuk apa pun, seberapa parah sih jadinya?
Setelah identitas Sun Mingyue terbongkar, para warganet malah tidak melakukan perundungan maya. Sebaliknya, justru banyak yang merasa kalau Sun Mingyue sangat cocok dengan Zhu Wenhao.
Yang satu berbakat dan rupawan, yang satu lagi cantik dan bertubuh indah. Benar-benar pasangan yang serasi.
Melihat komentar para warganet, Chen Jingxuan dan Su Jie hampir saja dibuat naik darah.
Mereka sudah menyewa buzzer untuk menjelek-jelekkan Sun Mingyue, seolah Sun Mingyue yang menggoda Zhu Wenhao hingga Su Jie harus bercerai darinya.
Namun entah siapa yang menyebarkan foto Su Jie dan Chen Jingxuan yang sedang bersama, bahkan saling bergandengan tangan dengan mesra.
Kini, sasaran perundungan netizen justru berbalik kepada Su Jie.
“Hebat juga, baru saja cerai dari Zhu Wenhao, sudah lengket sama orang kaya lagi.”
“Benar, kupikir Su Jie itu setia, eh, ternyata baru sebentar sudah pindah ke pelukan orang lain. Jangan-jangan sebelum cerai pun mereka sudah ada main.”
“Dulu Zhu Wenhao pernah bilang dia mabuk dan tidak tahu apa-apa, jangan-jangan memang dijebak?”
“Zhu Wenhao, ayo dong cerita gimana kamu bisa mabuk!”
Banyak warganet memanggil-manggil Zhu Wenhao.
Zhu Wenhao pun berpikir sejenak, lalu meminta Lin Kai merekam video.
“Halo, semuanya. Aku Zhu Wenhao. Belakangan ini banyak teman yang peduli padaku, mengira aku dijebak.”
“Sebenarnya, ini semua sudah tidak penting lagi. Memang benar aku tidur dengan wanita lain, dan aku tidak ingin membela diri.”
“Perceraian aku dan Su Jie juga fakta, dan tak perlu lagi mempersoalkan hal yang lalu-lalu. Biarlah semuanya berlalu. Lebih baik kalian fokus saja pada Festival Musik Linhai. Nanti aku akan tampil membawakan lagu ‘Jiangnan’ di sana. Terima kasih atas dukungannya.”
Kata-kata Zhu Wenhao membuat citranya di mata para warganet semakin baik.
Ketulusan memang senjata pamungkas!
Berani mengakui kesalahan jauh lebih dihargai, tidak seperti beberapa selebritas yang selalu menutupi masalah, takut citranya rusak.
Chen Jingxuan sampai terperangah, sejak kapan warganet jadi sebijak dan semurah hati ini?
Ternyata Zhu Wenhao tetap dimaafkan.
Padahal, baru-baru ini ada selebritas papan atas berselingkuh dan langsung diusir dari industri hiburan gara-gara hujatan tiada henti.
Sun Mingyue tadinya sudah bersiap mengungkap rekayasa Su Jie, tapi ternyata tidak perlu. Dengan beberapa kata sederhana, Zhu Wenhao sudah bisa meredam semuanya.
Saat itu, Zhu Wenhao justru sedang sibuk membantu Lin Kai dan Zhang Yuan mengangkut barang.
Mereka berdua menyewa kamar di loteng sebelah, tadinya ingin satu lantai dengan Zhu Wenhao, tapi tidak ada kamar kosong lagi.
Akun mereka di platform Dayu sudah aktif kembali dan uangnya pun bisa mereka tarik.
Dua akun itu jika digabungkan, jumlahnya lebih dari sepuluh juta. Tiga orang itu pun membagi rata tanpa banyak perhitungan.
Sembilan hari berlalu.
Tiba-tiba Zhu Wenhao mendapat telepon dari Meng Du, mengatakan bahwa taman tepi sungai sudah selesai direnovasi dan memintanya untuk datang melihat.
Baru saja keluar rumah, kebetulan gadis cantik tetangganya pun membuka pintu.
Mata Zhang Yuan langsung berbinar, “Eh? Ternyata di sebelahmu tinggal kakak cantik seperti ini, padahal kita sudah lama tinggal di sini.”
Li Yaqi melirik Zhang Yuan, lalu menatap ke arah Zhu Wenhao, “Kalian mau ke taman tepi sungai? Boleh aku ikut?”
Zhu Wenhao heran, “Kok kamu tahu kami mau ke sana?”
“Yah, besok kan sudah Festival Musik resmi. Kurasa renovasinya sudah selesai, kalian pasti ingin survei tempat dulu.”
“Kakak memang pintar,” Zhang Yuan menimpali.
Dasar tukang gombal!
Lin Kai memandang Zhang Yuan dengan jijik, menurutnya perempuan hanya akan memperlambat proses memanggang sate.
Zhu Wenhao pun tidak menutupi, “Iya, aku baru saja dapat kabar dan mau ke sana. Kalau mau ikut, ayo bareng.”
Keempatnya turun ke bawah. Melihat Zhu Wenhao dan teman-temannya berjalan ke gerbang kompleks, Li Yaqi pun bertanya penasaran, “Kalian nggak naik mobil?”
Zhu Wenhao dan dua temannya jadi agak canggung, “Eh... gimana ya, mungkin saja karena kami memang nggak punya mobil!”
Li Yaqi tercengang, jelas tak menyangka tiga orang yang sedang naik daun itu ternyata belum punya mobil.
Ia tidak tahu, baru beberapa hari lalu Zhu Wenhao dan teman-temannya mencairkan uang dari Dayu. Kalau tidak, Lin Kai dan Zhang Yuan masih harus menumpang di rumah Zhu Wenhao.
Sedangkan Zhu Wenhao, memang tidak terlalu berminat pada mobil. Kalau harus bepergian jauh, ia lebih suka duduk sebagai penumpang daripada menyetir.
Melihat ekspresi malu mereka bertiga, Li Yaqi pun tertawa geli.
“Biar aku saja yang antar kalian naik mobilku.”
Mobil Li Yaqi sebenarnya biasa saja, hanya kelas sepuluh jutaan, tapi bagi Zhu Wenhao dan dua temannya, itu sudah tergolong ‘sultan’.
Zhang Yuan buru-buru duduk di kursi depan. Zhu Wenhao dan Lin Kai saling pandang, lalu menggeleng pelan.
Sepertinya Zhang Yuan naksir Li Yaqi!
Begitu masuk mobil, sebelum sempat bergerak, Zhang Yuan tiba-tiba berkata pada Li Yaqi, “Eh? Belum dinyalain, kok mobilnya sudah gerak ya?”
Li Yaqi bingung, “Nggak kok, nggak gerak. Memangnya kenapa?”
Zhang Yuan tersenyum, “Oh, berarti aku salah lihat. Ternyata yang bergerak itu hatiku!”
Wajah Li Yaqi langsung memerah, ia pun berkata dingin, “Pindah ke belakang sana!”
Zhang Yuan dengan malu-malu terpaksa duduk di belakang bersama Zhu Wenhao dan Lin Kai.
“Hahaha...”
Lin Kai tertawa terbahak-bahak tanpa jaim, “Hebat juga, Zhang. Gombalan recehmu nggak habis-habis.”
“Kamu ngerti apa sih? Kata Zhu, cinta itu datang tanpa sebab, lalu tenggelam sepenuhnya. Kamu, biksu, mana ngerti cinta.”
Dari depan, suara Li Yaqi terdengar mengancam, “Kalau masih banyak omong, kalian jalan kaki saja!”