Yang Fan, yang hampir saja terpaksa mengemis di pinggir jalan dan mengalami berbagai hinaan, tiba-tiba entah dari mana muncul seorang ayah kandung yang memberinya kekayaan bernilai ribuan triliun...
Kota Ninghai, musim panas yang terik!
Yang Fan menggenggam erat selembar tagihan pembayaran di tangannya, melangkah keluar dari gerbang rumah sakit dengan wajah muram.
“Apa yang harus kulakukan sekarang? Jangan bilang lima puluh ribu, bahkan lima ribu pun aku tak punya.”
Perutnya keroncongan. Sejak kemarin, Yang Fan hanya meneguk semangkuk susu kedelai. Kini, hari sudah hampir malam dan ia sudah lemas kelaparan.
Hari ini, ayah angkat Yang Fan yang mencari barang bekas di jalan tertabrak mobil. Sopir yang menabraknya malah kabur tanpa peduli, hanya karena melihat korban seorang pemulung tua. Untungnya ada orang baik yang menelepon polisi, sehingga ia sempat dibawa ke rumah sakit.
Sialnya, di ruas jalan itu tak ada satu pun kamera pengawas, jadi semua biaya pengobatan jatuh ke tanggungannya sendiri.
Begitu mendapat kabar, Yang Fan segera bergegas ke rumah sakit dan membayarkan sisa uang tiga ribu yuan yang tadinya disiapkan untuk membayar uang sekolah semester depan. Tapi semua orang tahu, rumah sakit itu seperti mesin penghabis uang—uang segitu tak sebanding dengan kebutuhan pengobatan.
Baru saja dokter sudah mengeluarkan surat peringatan kondisi kritis, memintanya untuk menyediakan lima puluh ribu yuan sebelum jam delapan besok pagi untuk biaya operasi. Jika tidak, pengobatan akan dihentikan. Itu pun baru operasi pertama. Melihat parahnya luka ayahnya, setidaknya butuh tiga kali operasi untuk bisa sembuh.
“Hei, Zhang Qiang, aku mau pinjam uang sedikit…”
Yang Fan memang tak punya banyak teman. Satu-satunya orang yang t