Bab 16 Malam yang Sulit Untuk Tidur
Bab 16 Malam yang Sulit Tidur
“Mengapa kau begitu yakin Liu Yunhe pasti akan masuk perangkap?”
Saat ini, Li Yuhang duduk bersama Chu Xiangnan di ruang pribadi Restoran Zhu Lan Xuan.
“Liu Yunhe awalnya adalah anggota sebuah keluarga besar di Ibu Kota, tapi ia diusir dari rumah!”
“Kemudian ia mengganti namanya, terpaksa melarikan diri hingga sampai ke Jingzhou!” jelas Chu Xiangnan.
“Pada akhirnya ia bertemu ibuku, lalu menikah dan menjadi menantu yang tinggal di rumah istri!”
“Kalau mengikuti alur cerita itu, bukankah seharusnya menantu tak berguna itu ditindas ibu mertua, diabaikan istri, lalu tiba-tiba dipanggil kembali keluarga besarnya, membebaskan rekening banknya, lalu seketika berubah menjadi menantu idaman atau menantu kaya, bangkit dan membalas ibu mertuanya?” tanya Li Yuhang.
“Itu hanya cerita. Kenyataannya, orang yang diusir dari keluarga sudah lama dilupakan oleh keluarganya,” jawab Chu Xiangnan sambil tersenyum.
“Jadi, mengapa keluarganya masih mau mencarinya?”
“Sekarang, ada orang dari Ibu Kota yang datang ke sini. Menurutmu, apa yang akan ia pikirkan?” tanya Chu Xiangnan.
“Ia akan merasa sedang diuji oleh keluarganya, diberi satu kesempatan lagi. Ia akan mati-matian menggenggam harapan itu, tak peduli apapun,” jawab Li Yuhang.
“Tapi mereka tidak akan mudah tertipu. Jelas-jelas Wang Caimao bisa memberikan uang itu sendiri, kenapa harus memberikan kesempatan ini kepada orang lain?”
“Bank lebih kaya dari kamu, kenapa bank tidak berinvestasi sendiri, malah meminjamkan uang?” tanya balik Chu Xiangnan.
“Sekarang aku mengerti!”
“Sebenarnya masih ada satu celah lagi yang belum kau sadari, yaitu bagaimana Liu Yunhe meyakinkan pihak Sun Ningjing!”
Chu Xiangnan meneguk minumannya dari gelas anggur.
“Benar juga!”
Tak tahu bagaimana Liu Yunhe akhirnya berhasil meyakinkan Sun Ningjing!
Itu adalah sebuah kontrak bisnis, di mana Liu Yunhe menjaminkan hampir seluruh aset Grup Keluarga Chu dan keluarga Sun Jingzhou kepada Wang Caimao.
Karena mereka meminjam tiga puluh miliar dari Wang Caimao.
Sebagai imbalannya, dua keluarga itu menjaminkan aset senilai hampir lima puluh miliar kepada Wang Caimao.
Namun, uang tiga puluh miliar itu tidak pernah benar-benar masuk ke tangan Liu Yunhe dan Sun Ningjing, melainkan langsung diserahkan Wang Caimao ke pihak proyek yang dimaksud.
Itu memang salah satu syaratnya. Jika tidak, Wang Caimao pun tak akan memberikan pinjaman pada Sun Ningjing dan Liu Yunhe.
Selain itu, Liu Yunhe dan Sun Ningjing masing-masing juga mengeluarkan lebih dari sepuluh miliar tunai!
Ini benar-benar pertaruhan besar, taruhannya adalah segalanya.
Dalam sekejap, mereka sama saja telah menguras seluruh kekayaan keluarga masing-masing, bahkan modal terakhir pun dipertaruhkan!
Agar terlihat meyakinkan, Wang Caimao pun di depan mereka menunjukkan lebih dari lima puluh miliar, lalu mentransfer uang itu ke sebuah rekening!
“Hahaha, kali ini kita tetap harus berterima kasih pada Tuan Wang!”
“Terima kasih, Tuan Wang, sudah mau berkorban!” kata Liu Yunhe dan yang lain. Mereka tetap membicarakan soal Wang Caimao yang, meski menyerahkan lima puluh miliar, sebenarnya hanya mendapatkan bagian senilai tiga puluh miliar.
Bagaimanapun, ia meminjamkan tiga puluh miliar pada Liu Yunhe dan Grup Keluarga Sun!
Dengan begitu, secara hitung-hitungan, Sun Ningjing dan Liu Yunhe justru yang lebih diuntungkan!
Liu Yunhe mengira ini adalah rencana yang sangat sempurna. Tentang mengapa ia tidak curiga, memang benar seperti yang dikatakan Chu Xiangnan.
Bank saja yang begitu kaya, mengapa lebih memilih meminjamkan uang daripada berinvestasi sendiri.
Ia tahu, Wang Caimao pasti tak berani mengambil risiko sebesar itu!
Tapi ia berani!
Semua proses telah selesai, Liu Yunhe pun merasa sangat percaya diri dan penuh semangat.
Karena, begitu ia kembali ke panggungnya sendiri, ia yakin suatu hari nanti ia akan melangkah semakin tinggi.
Saat itu, keluarga Sun dan Wang Caimao, tak akan ia pandang sebelah mata.
“Tuan Liu, kudengar Anda masih punya sebotol Romanée-Conti yang nilainya jutaan?”
“Mau dibuka sekalian, untuk merayakan?” tawar Wang Caimao.
“Sebenarnya aku ingin membukanya besok, saat menikah dengan Ningjing. Tapi karena Tuan Wang yang meminta, aku akan suruh orang mengantarnya sekarang!” jawab Liu Yunhe dengan gembira.
“Kau harus berterima kasih pada istrimu yang bijak itu!”
“Tuan Liu memang punya mata yang tajam!” Wang Caimao terus tersenyum.
“Karena kita sudah bekerja sama, dan besok adalah hari pernikahan kalian, bagaimana kalau kalian pakai hotelku di pusat kota sebagai tempat resepsi pernikahan?”
“Xiao Yang, segera urus semuanya!” Wang Caimao menelpon sekretarisnya.
“Terima kasih banyak!”
“Benar-benar kebahagiaan ganda!” Wang Caimao sekali lagi mengucapkan selamat dengan tawa.
Kemudian ia diam-diam mengirim pesan pada Chu Xiangnan!
Chu Xiangnan membaca pesan di ponselnya, lalu meneguk habis minumannya.
“Semua sudah beres!”
Liu Yunhe minum banyak malam itu!
Setelah bertahun-tahun terpuruk, malam itu untuk pertama kalinya ia merasa bahagia, untuk pertama kalinya ia merasa akan segera bangkit dan bersinar!
Kemudian, dengan alasan ke kamar mandi, ia menelpon Chu Xiangnan!
“Aku tahu kau pasti akan menjawab telponku!”
“Sayang sekali, kau sepertinya tak akan bisa melihat aku yang penuh percaya diri besok!”
“Lebih-lebih lagi, kau tak akan menyaksikan bagaimana aku melangkah perlahan ke puncak kejayaan!”
Tujuan Liu Yunhe menelpon hanyalah untuk pamer.
“Aku tahu, selama bertahun-tahun, dari lubuk hatimu kau memang selalu meremehkanku!”
“Chu Yunxia memang tidak pernah mengatakannya, tapi aku tahu dia juga memandang rendah diriku!”
“Sayang sekali, dua orang yang meremehkanku itu ternyata tak bisa melihat aku yang akan sukses besar!”
Liu Yunhe jelas sudah mabuk.
“Belum tentu, mungkin besok justru akan menjadi hari terburuk dalam hidupmu?” balas Chu Xiangnan.
“Chu Xiangnan, kau masih bermimpi?”
“Kau, bocah ingusan, bermimpi bisa menjatuhkanku dan keluarga Sun?”
“Kau sendiri sudah lihat siapa dirimu?”
“Kau itu siapa, hah?”
“Kau itu apa?”
“Nanti juga kau tahu sendiri besok!”
“Huh, besok? Kau kira bisa—”
“Tuut… tuut… tuut…”
Telpon itu diputuskan oleh Chu Xiangnan.
Malam itu, benar-benar malam yang sulit untuk tidur!
Seluruh Jingzhou pun gempar.
Pernikahan Liu Yunhe dan Sun Ningjing memang menjadi peristiwa besar yang menghebohkan seluruh kota!
Liu Yunhe berbaring di sofa, menyalakan televisi.
“Menurut kabar terbaru, besok upacara penobatan Dewa Perang yang baru akan tetap dilaksanakan!”
“Kali ini, merupakan serah terima dua generasi Dewa Perang!”
“Ningjing, sepertinya kita memilih hari yang tepat!” ujar Liu Yunhe sambil tersenyum, lalu mendekap Sun Ningjing.
Sementara itu, di sebuah apartemen, Song Yating yang terus menangis juga memperhatikan berita di televisi.
“Dewa Perang?”
“Andai aku mengenal orang seperti itu, mana mungkin aku sampai dipermalukan seperti ini?”
Song Yating melempar bantal ke arah televisi!
Di hamparan luas padang rumput Yinchuan.
Deretan mobil mewah dan jip melaju kencang, membentuk konvoi raksasa.
Konvoi itu membentang hingga seratus li jauhnya!
Ibarat naga raksasa yang melingkar di padang.
Para penggembala di sana pun tertegun.
“Ayah, itu apa?”
“Itu pasti para tokoh besar dari seluruh negeri!”
“Mereka mau ke mana?”
“Mereka hendak memberi penghormatan pada Dewa Perang yang baru!” ujar penggembala tua.
“Eh, kenapa mereka berbalik arah?”
Anak gembala itu menunjuk ke arah konvoi yang mendadak berbalik.
Konvoi sebesar naga itu tiba-tiba berbalik arah!
Mobil terdepan menerima pesan.
“Beralih ke Jingzhou!”
“Bukankah sudah terlambat?”
“Tak peduli, atur penerbangan ke bandara terdekat, langsung terbang ke sana!”