Bab 77 Aku Akan Selalu Berpihak Padamu
Tak peduli apakah Meng Qi percaya bahwa Shen Yirou hanya berpura-pura atau tidak, kenyataannya bahwa Meng Qi telah menjatuhkan Shen Yirou hingga pingsan tetap saja menjadi trending topik. Ada foto dan video yang beredar.
Selama ini, para pesaing selalu kesulitan menemukan celah untuk menjatuhkan Meng Qi. Sekali ada kesempatan, mereka langsung membesar-besarkan dan membuat isu itu semakin meluas, hingga akhirnya menduduki peringkat pertama trending. Tak hanya itu, mereka juga menggandeng banyak akun gosip, bahkan mengarang berbagai fitnah yang sama sekali tidak berdasar.
Mengapa hal-hal seperti ini tidak pernah terungkap sebelumnya? Sebab Meng Qi adalah teman masa kecil Yu Ye, yang berarti ia juga berasal dari keluarga terpandang. Semua hal yang tidak ingin diketahui publik selalu bisa diselesaikan dengan uang.
Tapi kali ini, karena ia melukai orang lain di depan umum, hal itu benar-benar membuat banyak orang tidak tahan lagi. Mereka yang dulu takut bersuara akhirnya memilih membela kebenaran, meski harus menanggung risiko balas dendam.
Orang-orang yang membuat fitnah pun sebenarnya tahu bahwa kebohongan mereka suatu saat akan terbongkar, namun mereka tak peduli. Tujuan mereka hanyalah membuat keadaan semakin keruh.
Mereka terus menaikkan panasnya isu itu, lalu para penggemar yang hanya ingin tahu gosip tentang Meng Qi menyebarkannya ke mana-mana, sampai akhirnya orang-orang yang tidak mengenal Meng Qi pun mulai ikut membicarakannya.
Meski pada akhirnya Meng Qi mampu membuktikan dirinya tak bersalah, orang yang percaya akan tetap percaya, yang tidak mau percaya tetap tidak akan percaya, dan mereka yang hanya ingin tahu gosip pun tak peduli kebenarannya. Setelah sesuatu terjadi, akan selalu ada jejak yang tertinggal.
Walau kali ini ia sudah memberikan klarifikasi, isu-isu itu tetap akan sering diungkit di masa depan dan tertanam semakin dalam di benak banyak orang.
Bertahun-tahun kemudian, semua itu akan menjadi bagian dari diri Meng Qi, hingga banyak orang secara tidak sadar menganggap semuanya adalah kenyataan.
Inilah mengapa gosip begitu berbahaya.
Begitu Meng Qi masuk kamar, bel pintu langsung berbunyi.
“Kau datang juga?” tanyanya begitu membuka pintu.
Ternyata Yu Ye berdiri di depan pintu, membawa kotak P3K.
“Kakak, aku keluar sebentar untuk menelpon,” ujar Tang Cancan, yang segera meloloskan diri dari samping Yu Ye.
“Aku datang karena apa lagi,” Yu Ye langsung melangkah masuk ke dalam kamar. “Angkat lengan bajumu, biar kulihat.”
Barusan ia juga sudah meminta video dari tim produksi. Setelah menonton ulang, ia menyadari lengan Meng Qi sempat tergesek ke lantai ketika terjatuh.
Karena khawatir, ia pun membawa kotak P3K untuk memastikan keadaannya.
“Aku baik-baik saja, cuma sedikit lecet,” jawab Meng Qi.
Meng Qi menggulung lengan bajunya, memperlihatkan dua garis merah memanjang di lengannya.
“Untung hanya lecet. Kau ini memang bodoh, kenapa harus peduli dengan orang seperti itu?”
Ia sudah menonton dari berbagai sudut pandang. Dari salah satu video terlihat jelas, saat Shen Yirou tiba-tiba terjatuh ke belakang, sebelum kepalanya membentur lantai, Meng Qi sempat menahan kepala Shen Yirou dengan tangannya.
Ketika Yu Ye mengoleskan cairan antiseptik ke luka itu, gerakannya tidak terlalu lembut, membuat Meng Qi meringis, “Aduh, pelan-pelan sedikit!”
“Itu refleks saja, aku bahkan tidak sadar siapa yang terjatuh bersamaku. Lagi pula, kalau sampai benar-benar terjadi sesuatu pada dia, aku tidak akan bisa menjelaskan apa-apa.”
Demi mencelakainya, Shen Yirou bahkan rela mempertaruhkan keselamatannya sendiri, jatuh ke belakang dengan kekuatan penuh. Padahal membenturkan bagian belakang kepala ke lantai sangat berbahaya. Dengan refleks, Meng Qi menahan kepala Shen Yirou, semua terjadi begitu saja tanpa berpikir.
“Sekarang semuanya sudah jelas,” ujar Yu Ye, meniup luka Meng Qi setelah selesai mengoleskan obat. “Jadi, kau mau bagaimana sekarang?”
Meng Qi menurunkan lengan bajunya. “Kau tak perlu khawatir, aku sudah punya cara sendiri. Malam ini kau akan tahu.”
Begitu siuman, hal pertama yang dilakukan Shen Yirou adalah mengunggah foto dirinya tersenyum lemah di atas ranjang rumah sakit.
Bibirmya tampak pucat, tak secerah biasanya, dan ia terlihat sangat lemah. Namun meski begitu, ia tetap berusaha terlihat kuat.
@Shen Yirou: Maaf sudah membuat kalian khawatir, aku baik-baik saja. Jangan salah paham pada @Meng Qi, dia tidak sengaja melakukannya, ini kan hanya pertandingan, wajar kalau terjadi cedera.
@RourouBayi: [Hiks, hal pertama yang dilakukan bayi begitu sadar adalah menenangkan kami, penggemar dan Roupow selalu saling mendukung.]
@BersamamuYirou: [Bayi, kenapa kau begitu polos, tahukah dirimu orang-orang bilang kau sengaja menjebak dia, tapi kau tetap meminta penggemar tidak menyalahkan seseorang.]
@ZamanSekarangSemuaGila: [Lihatlah, beginilah perbedaannya, kelasnya berbeda.]
@KalauTakNgantukJanganTidur: [Mau bagaimana lagi, dia kan putri orang kaya, mana mungkin dia salah.]
@TakCintaSiapaPun: [Kenapa pihak sana diam saja, kalau merasa tak bersalah, buktikan saja.]
@MainGameSaja: [Sekarang kalau dipikir, mungkin saja ucapan dan perilaku Shen Yirou yang dulu-dulu sebenarnya adalah hasil rekayasa seseorang.]
…
Melihat arus opini publik yang sepenuhnya berpihak padanya, Shen Yirou tersenyum puas.
Ia ingin tahu, dengan Meng Qi yang menurutnya berhati gelap, masih ada berapa banyak orang yang akan tetap menyukainya.
Dan Yu Ye, yang begitu lurus dan jujur, setelah hari ini menyaksikan sendiri dirinya dianiaya hingga masuk rumah sakit, apakah ia masih akan mempercayai Meng Qi seperti dulu?
“Lili, pesan satu porsi ayam goreng dan kola untukku,” katanya pada asistennya.
Hari sebaik ini, mana mungkin masih diet. Dia harus merayakannya dengan makan enak.
Namun, ayam goreng baru saja datang dan belum sempat disantap, Shen Yirou sudah melihat nama Yu Ye masuk trending topik.
Awalnya karena banyak orang bertanya di kolom komentar Weibo Yu Ye, menanyakan pendapatnya tentang kejadian hari ini. Lalu Yu Ye mengunggah tangkapan layar dan menulis satu kalimat di Weibo.
@Yu Ye: Jika memang harus berkata sesuatu, aku akan selalu berada di pihakmu, @Meng Qi.
@Lan Ye: [Aaaa kakak kau ini!]
@PikiranLiar: [Astaga, ini kan sama saja dengan deklarasi resmi pacaran!]
@AkuMauKaya: [Pokoknya harus percaya tanpa syarat! Aaaa kalian benar-benar membuatku menangis.]
@AdaGosipPanggilAku: [Aaaa sepertinya aku baru saja mendapat gosip besar!]
@TakPercayaCintaLagi: [Bagus, yang tadinya tak bisa mendukung pasangan mana pun, kini aku percaya cinta lagi.]
@RoupowNo.001: [Kalau begitu pergilah kalian berdua, ternyata memang sama saja.]
@GadisManis: [Hehe, aku keluar dari fandom, selamat tinggal!]
…
Shen Yirou membaca berulang-ulang kalimat Yu Ye, terasa seperti sebilah pedang yang menusuk hancur hatinya.
“Aaaargh!!”
Ia menjerit sambil melempar ponselnya, seluruh barang di atas meja disapu jatuh ke lantai.
“Kenapa? Kenapa aku sudah melakukan semua ini, tapi kau tetap memilih berada di pihaknya?!”
“Apa yang sudah kamu lakukan?”
Tak disangka, pintu kamar rumah sakit tiba-tiba terbuka. Meng Qi masuk bersama Sutradara Chen dan seorang kameramen.
Meng Qi sengaja mengajak Sutradara Chen, katanya merasa tidak enak hati karena Shen Yirou pingsan saat bertanding dengannya, jadi ingin menjenguk.
Kehadiran Sutradara Chen mewakili tim produksi secara resmi, dan membawa kameramen agar penonton juga bisa melihat kondisi Shen Yirou sekarang.
Tak disangka, begitu masuk mereka langsung menyaksikan pemandangan seperti ini, membuat semua orang terdiam membeku.