Bab 126: Sampai Gigipun Terasa Ngilu
Untuk mendukung promosi film, setiap pemeran utama mengunggah kiriman di Weibo, tak terkecuali Meng Qi.
Tak lama setelah Ling Chen mengunggah swafoto mereka berdua, Meng Qi pun mengunggah foto yang sama. Respon terhadap film tersebut sangat baik, bahkan meraih pendapatan kotor tertinggi selama musim liburan Tahun Baru. Tagar untuk pasangan Meng Qi dan Ling Chen, yaitu "Ling Ling Qi CP", pun langsung terbentuk dengan pesat.
@Huanxi: Aaa, filmnya bagus sekali! Besok saya mau menonton lagi. Ling Ling Qi memang pasangan yang serasi.
@BixuShangAn: Akhirnya ada foto bersama! Ling Ling Qi, tolong pertahankan kualitas layanan penggemar seperti ini terus, ya.
@KandaQingHanWoQuBeiDanci: Ling Ling Qi, cepat main film bareng lagi! Tahun depan kalau kalian tidak main, saya tidak akan menonton film liburan!
Begitu keluar dari ruang bioskop, Yu Ye langsung menyampirkan jaket ke bahu Meng Qi. Ling Chen melihat hal itu dan merasa suasananya sedikit aneh, namun ia tidak terlalu memikirkannya. Ia hanya bertanya kepada Meng Qi, "Apakah Paman dan Bibi juga datang hari ini?"
"Ya, eh, itu mereka datang."
Tepat saat itu, Jiang Feng dan Meng Yu'an berjalan mendekat. Ling Chen pun menyapa kedua orang tua tersebut. "Halo Paman dan Bibi, saya Ling Chen."
"Halo Ling Chen," jawab Meng Yu'an sambil menjabat tangan Ling Chen. "Terima kasih banyak ya sudah menjaga Qiqi kami selama syuting."
Ling Chen tersenyum dan menggeleng. "Tidak, tidak, itu sudah seharusnya. Kami saling membantu kok."
"Kami sudah menonton filmnya, akting kalian benar-benar bagus," tambah Jiang Feng dengan ramah.
"Aduh, terima kasih banyak, Bibi." Meski merasa malu, Ling Chen tidak bisa menyembunyikan senyum lebarnya karena dipuji.
Mereka berbincang di dekat pintu lift. Meski keadaan di sekitar sudah sepi, momen keakraban Ling Chen dengan orang tua Meng Qi tetap tertangkap kamera dan tersebar di internet.
"Rasanya seperti melihat keluarga beranggotakan empat orang."
"Hahaha, tatapan Ayah dan Ibu Meng itu sudah seperti menatap menantu sendiri."
"Bisa akrab sekali dengan keluarga pasangan, Ling Ling Qi kita ini ternyata jauh lebih manis di luar film daripada di dalam film."
...
Yu Ye menggertakkan gigi sambil membacakan beberapa komentar di antara sekian banyak tanggapan netizen.
"Kenapa? Kamu sakit gigi atau ada yang terselip di gigimu?"
Meng Qi mengeluarkan iPad dan menyalakan acara varietas yang sedang ia tonton di depan dasbor mobil. Mereka baru saja selesai makan malam dan sedang menunggu pertunjukan kembang api. Waktu masih cukup luang, jadi Meng Yu'an dan Jiang Feng pergi ke mal untuk membelikan hadiah bagi anggota keluarga. Sementara itu, Meng Qi dan Yu Ye turun ke parkiran untuk menunggu di dalam mobil.
"Sakit, tentu saja sakit," ujar Yu Ye sambil menyentuh pipinya. "Ling Ling Qi ini terlalu manis, sampai gigiku terasa ngilu dibuatnya."
Di acara varietas tersebut, kebetulan sedang ada adegan lucu, membuat Meng Qi terkekeh pelan.
"Menurutku gigimu bukan ngilu karena manis, tapi karena asam."
Yu Ye mendengus, "Asam apa? Itu kan cuma tuntutan pekerjaan, sekadar berakting, aku juga paham."
"Wah, kalau bicara begitu, berarti kalau aku tidak sedang berakting, kamu benar-benar cemburu ya?" celetuk Meng Qi santai.
Yu Ye seketika terdiam. "..."
"Memangnya logikanya begitu?"
"Sudahlah, lanjut tonton saja."
Ia menggeser iPad ke tengah dan ikut mendekat untuk menonton bersama Meng Qi. Saat Meng Qi menoleh, bahu mereka bersentuhan.
"Perlu sedekat ini?"
Yu Ye menjawab, "AC-nya belum dinyalakan, dingin."
Tak lama kemudian, episode itu berakhir dan otomatis berlanjut ke episode berikutnya. Saat sosok Yu Ye muncul di layar, keduanya terkejut.
"Oh, ada kenalan rupanya," seru Meng Qi kegirangan.
Yu Ye merasa canggung dan mengulurkan tangan untuk menekan layar. "Bagaimana kalau kita ganti episode saja?"
Meng Qi memeluk lengannya erat. "Kenapa harus ganti? Tidak mau, kita tonton yang ini saja."
Setelah semua bintang tamu muncul, bibir Yu Ye yang tadinya terkatup rapat akhirnya melunak. Ia sudah berpartisipasi dalam program ini dua kali; sekali bersama seorang bintang tamu wanita, dan sekali lagi bersama dua bintang tamu pria. Waktu yang cukup lama membuatnya agak lupa episode mana ini, sampai akhirnya ia sadar bahwa ini adalah episode yang hanya berisi bintang tamu pria.
Episode ini bertema berkemah dan tantangan permainan. Selain tiga bintang tamu pendatang, ada tiga anggota tetap. Ketiga bintang tamu pendatang itu baru saja bekerja sama dalam sebuah drama bertema kriminal, sehingga di lokasi syuting mereka selalu memamerkan kebugaran tubuh. Tentu saja, di acara itu mereka tidak melewatkan kesempatan untuk unjuk pesona.
Hari itu Yu Ye mengenakan jaket pelindung sinar matahari. Ternyata jaket itu kurang nyaman karena tidak menyerap keringat, jadi saat menyalakan api unggun, ia melepasnya dan hanya menyisakan kaus dalam putih. Setiap orang yang lewat pasti memuji otot lengannya. Awalnya ia merasa malu, tetapi kemudian dua orang lainnya ikut bergabung, dan entah mengapa, mereka bertiga malah mulai adu otot. Akibatnya, apa pun yang ia lakukan setelahnya, ia selalu berusaha berpose pamer otot.
Kala itu, komentar netizen penuh dengan pujian atas otot mereka yang bagus, dan Yu Ye tidak merasa ada yang aneh. Namun, saat melihatnya sekarang, ia merasa sangat memalukan.
"Ya Tuhan," Yu Ye menatap dirinya sendiri di layar dengan ekspresi bingung. "Kenapa aku melakukan itu saat itu?"
Orang yang tidak tahu pasti mengira ia sedang caper.
Meng Qi menyadari rasa malunya. "Jangan meragukan dirimu sendiri, kamu memang selalu kekanak-kanakan seperti itu."
Awalnya, Meng Qi merasa acuh tak acuh melihat komentar netizen yang mengaku ingin meneteskan air liur melihat tubuh Yu Ye. Namun, saat melihat adegan Yu Ye berusaha menyalakan api hingga kerah bajunya basah oleh keringat, ia pun tanpa sadar menelan ludah.
Sialnya, momen itu justru tertangkap basah oleh Yu Ye yang baru saja menoleh.
"Ehem, Guru Meng, kamu meneteskan air liur, ya?" goda Yu Ye sambil menahan tawa.
Meng Qi refleks menyeka sudut bibirnya. "Siapa yang meneteskan air liur!"
Ia melayangkan pukulan ke lengan Yu Ye. Kali ini benar-benar kesal, pukulannya cukup keras. Yu Ye menarik napas panjang, namun tetap menyeringai sambil menepuk otot bisepnya. "Bagaimana? Latihanku lumayan, kan?"
Meng Qi tentu tidak akan mengakuinya. "...Tahu diri sedikit, apa itu bisa disebut latihan?"
"Ah, tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan Ling Chen-mu itu, yang tiap hari latihan di lokasi syuting," sindir Yu Ye dengan nada masam.
"Apa hubungannya dengan dia? Aneh sekali," Meng Qi memperbesar volume iPad. "Jangan berisik, ganggu aku menonton saja."
Bagus sekali, setelah bertengkar kecil, udara di dalam mobil pun tidak terasa dingin lagi.
Setelah selesai memasak, Yu Ye akhirnya mengenakan kembali jaketnya. Di tengah musim panas seperti ini, Meng Qi tidak tahu apakah pria itu sengaja atau tidak.
Beberapa tamu di acara itu sangat ahli memasak, sehingga semua orang makan dengan lahap. Saat hampir selesai, tim produksi menyajikan beberapa menu tambahan: berbagai makanan berprotein tinggi.
"Tidak, tidak, aku benar-benar tidak bisa memakannya."
"Aaa! Aku tidak mau makan!"
Karena kalah dalam permainan, ketiga bintang tamu tersebut harus memakan serangga-serangga itu. Tim produksi sebenarnya hanya meminta satu orang yang kalah untuk memakannya, namun mereka bertiga malah saling menjebak. Yu Ye, yang sebenarnya menang, justru ikut mengambil seekor serangga besar berwarna kuning yang gemuk.
"Kamu tidak benar-benar mau memakannya, kan?" Meng Qi merasa ngeri, wajahnya berkerut.
Saat melihat Yu Ye memasukkan serangga itu ke dalam mulutnya, Meng Qi benar-benar tidak tahan. Ia langsung melompat ke arah pintu mobil, menjauh dari Yu Ye.
"Aaa, kamu sudah tidak bersih lagi!"