Bab Tiga Puluh Tujuh, Harta Karun Berhasil Didapatkan
Pertempuran berlangsung sangat sengit! Jika bukan karena sesepuh Keluarga Wang yang berada di puncak Alam Pembuka Nadi menahan serangan, orang-orang yang tersisa pasti sudah tewas di tempat ini.
Aum!
Beruang Pemecah Bumi meraung. Pohon raksasa yang harus dipeluk oleh tiga orang dijadikan senjata olehnya. Dengan tebasan dan hantaman yang dahsyat, monster itu seolah memiliki kekuatan untuk membelah langit dan bumi!
"Sialan!"
Ning Changan tiba-tiba mengumpat. Ia sudah berusaha keras untuk tidak menarik perhatian, tetapi Beruang Pemecah Bumi ini terlalu peka. Monster itu merasakan ancaman darinya dan justru menjadikannya target serangan utama.
Ning Changan meraung marah saat menghindari serangan beruang tersebut, lalu melompat ke belakang kerumunan. Saat itulah, ia melihat sebuah gua di belakang Beruang Pemecah Bumi, dan di dalam gua itu terdapat sebuah cekungan dangkal!
Di dalam cekungan itu terdapat genangan cairan yang memancarkan kilau warna-warni, dikelilingi oleh cahaya pelangi yang lebarnya tidak sampai satu kaki.
"Susu Inti Bumi!"
Ia langsung mengenalinya. Itu adalah Susu Inti Bumi, sebuah harta karun langka dari surga dan bumi! Benda ini bisa dikatakan sangat sulit ditemukan di dunia. Pupil mata Ning Changan sedikit menyusut. Ini adalah barang berharga yang luar biasa, mampu menempa jiwa dan raga, serta membuat tubuh manusia menjadi sekeras besi.
"Jadi begitu!"
Ia akhirnya memahami tujuan utama Keluarga Wang melakukan perjalanan ini. Berburu Beruang Pemecah Bumi hanyalah kedok, mengincar Susu Inti Bumi inilah tujuan yang sebenarnya. Namun, karena ia sudah melihatnya, maka Ning Changan memutuskan bahwa kesempatan ini adalah miliknya.
Pertempuran terus berlanjut dengan sangat tragis. Dari waktu ke waktu, ada saja praktisi manusia yang tewas diterkam beruang itu. Dalam waktu singkat, jumlah anggota tim berkurang hingga separuhnya lagi!
"Dasar bajingan kecil, kalau kau berani bermalas-malasan lagi, setelah ini aku akan melenyapkanmu!" teriak Wang Kuangye kepada Ning Changan. Ia sudah tidak tahan melihat Ning Changan yang hanya berpura-pura bertarung.
"Siapa pun dirimu, karena kau sudah menerima upah dari Keluarga Wang, berani bersikap malas seperti ini sama saja dengan mencari mati," ancam sesepuh puncak Alam Pembuka Nadi itu dengan nada dingin, mencoba memaksa Ning Changan untuk ikut bertempur!
Ning Changan mengangkat alisnya. Jika bukan karena Susu Inti Bumi ini, ia pasti sudah pergi diam-diam menuju Puncak Naga Jatuh saat yang lain sibuk bertarung melawan monster itu. Namun, karena kesempatan emas ada di depan mata, bagaimana mungkin ia melewatkannya? Terlebih lagi, sejak memasuki hutan belantara ini, orang-orang Keluarga Wang terus menghina dan mengancamnya. Sudah sepantasnya ia membalas sedikit.
Maka, ia pun mulai beraksi. Saat berlari ke arah beruang, ia menggunakan ujung kakinya untuk menyambar pedang panjang milik korban yang tewas, lalu mendekati monster itu. Ia bersembunyi di balik sesepuh puncak Alam Pembuka Nadi yang sedang bertarung, mencari celah, dan melancarkan serangan keji.
Ia berhasil. Pedang yang dialiri kekuatan energi spiritual itu tertancap dalam hingga ke gagangnya di pinggang Beruang Pemecah Bumi.
"Aum..."
Beruang Pemecah Bumi meraung kesakitan, lalu mengayunkan cakarnya ke arah Ning Changan. Ning Changan mengangkat alisnya. Ia dengan sigap menyadari bahwa ini adalah saat yang tepat untuk mundur. Ia berpura-pura terkena serangan, menjerit keras, lalu 'terlempar' jauh hingga jatuh tak jauh dari gua, tampak seolah-olah ia telah tewas dipukul.
Serangan Ning Changan berhasil melukai parah beruang tersebut, membuat Wang Kuangye dan sesepuh puncak Alam Pembuka Nadi sangat gembira. Beruang yang kesakitan itu kini memusatkan seluruh perhatiannya untuk membunuh Ning Changan, sehingga pertahanannya terbuka lebar.
Wang Kuangye meraung, memerintahkan yang lain untuk menyerang bersama-sama demi memanfaatkan kesempatan langka ini untuk menghabisi sang monster! Sesepuh itu pun bertindak lebih agresif. Ia adalah orang yang kejam dan pendiam, dan saat melihat celah, ia langsung menyerang dengan fatal. Pedang panjang di tangannya menembus dada beruang itu dengan akurat.
Beruang itu tamat. Pedang yang menembus dadanya telah menghancurkan jantungnya dengan energi spiritual dan niat membunuh. Namun, sebagai monster tingkat empat, vitalitas Beruang Pemecah Bumi sangatlah mengerikan. Bahkan saat sekarat, kekuatannya masih mematikan. Ia menghantamkan kedua cakarnya ke bahu sesepuh tersebut, membuatnya terbatuk darah dan terpelanting hebat hingga menabrak batu besar.
Meski begitu, beruang itu belum benar-benar mati. Setelah membunuh tujuh atau delapan praktisi Keluarga Wang lainnya, barulah ia tumbang ke tanah dengan rasa tidak rela.
Hingga saat itu, orang-orang masih menatap monster raksasa yang terkapar di genangan darah itu dengan rasa tidak percaya. Namun, ada juga rasa syukur karena berhasil selamat dari maut. Mayat bertebaran di mana-mana, darah membanjiri tanah. Kelompok yang awalnya berjumlah puluhan orang kini hanya menyisakan beberapa orang saja.
"Terima kasih atas bantuan kalian! Upah kalian akan segera diberikan!" ujar Wang Kuangye dengan wajah pucat. Namun, ia tetap berusaha menunjukkan wibawa untuk menguasai keadaan. Di saat seperti ini, keberadaan Susu Inti Bumi tidak mungkin bisa disembunyikan dari mata orang lain. Ia takut jika ada yang mencoba mencuri hasil jerih payahnya.
"Ambil upah kalian dan segera pergi!" sesepuh puncak Alam Pembuka Nadi itu juga berdiri dengan susah payah menahan luka. Ia menyeret pedang panjang yang ia pungut, menatap orang-orang dengan niat membunuh yang pekat. Tidak perlu diragukan, jika ada yang berani bertindak aneh, ia pasti akan melancarkan serangan mematikan.
Wang Kuangye dan sang sesepuh sudah berada di ambang batas kekuatan mereka, namun mereka tetap memaksakan diri untuk mengawasi para praktisi lainnya. Mereka yang berani melakukan pekerjaan berbahaya seperti ini pastilah orang-orang yang terbiasa hidup di ujung tanduk; harta memang bisa menggoyahkan iman! Terlebih lagi, Susu Inti Bumi adalah harta karun bagi setiap praktisi.
Tatapan para praktisi yang tersisa berubah-ubah, seolah sedang menimbang apakah Susu Inti Bumi sepadan dengan risiko yang harus diambil untuk merebutnya dari tangan Keluarga Wang.
"Aku sarankan kalian jangan bertindak macam-macam!" ancam Wang Kuangye dengan kejam. "Lagipula, aku berjanji, jika kalian terus melindungi kami hingga keluar dari hutan belantara ini, upah kalian akan aku gandakan!"
Setelah saling berpandangan, para praktisi itu mengurungkan niat mereka. Keluarga Wang adalah klan besar. Kecuali mereka bisa membunuh semua anggota Keluarga Wang di sini, merebut harta itu tidaklah realistis.
"Terima kasih," Wang Kuangye menghela napas lega. Ia berjalan menuju gua dan mengeluarkan sebuah botol giok. Botol ini jelas bukan botol biasa, melainkan botol khusus yang memiliki segel rune unik. Hanya botol giok semacam inilah yang mampu menyimpan Susu Inti Bumi agar khasiatnya tetap terjaga.
Ia akhirnya selesai mengemas Susu Inti Bumi, bersiap memasukkannya ke dalam cincin penyimpanan dengan puas, dan kembali berkata dengan tulus, "Tenanglah semuanya, setelah keluar dari gunung ini, upah dua kali lipat pasti akan kami berikan."
Wang Kuangye berjalan kembali ke arah kerumunan, melewati Ning Changan yang sedang tergeletak di tanah. Tepat pada saat itu, sosok yang di mata semua orang sudah 'tewas' ini tiba-tiba melompat berdiri, menyambar botol giok yang hendak dimasukkan ke dalam cincin penyimpanan, lalu tertawa terbahak-bahak, "Terima kasih atas kemurahan hati Keluarga Wang, Susu Inti Bumi ini, aku yang ambil."
Tindakan Ning Changan yang tiba-tiba melampaui dugaan semua orang. Mereka semua terpaku! Apa yang terjadi? Bukankah mereka jelas-jelas melihat pria ini dipukul hingga tewas di tempat? Ternyata ia telah merencanakan semuanya dan hanya menunggu momen ini untuk merebut hasil jerih payah Keluarga Wang. Apakah ia sudah gila? Berani sekali dia mencabut kumis harimau.
"Bocah kurang ajar, beraninya kau!" teriak Wang Kuangye murka! Ia selalu waspada terhadap praktisi yang tersisa, namun tidak menyangka akan ada 'orang mati' yang bangkit kembali untuk berbuat ulah.
"Hahaha... harta karun yang kalian perjuangkan dengan susah payah justru menjadi milikku, bagaimana? Apakah kalian kesal?" Ning Changan sangat gembira! Susu Inti Bumi ini mampu memantapkan jiwa dan membuat raga menjadi abadi, ia adalah salah satu dari sepuluh mata air ajaib di dunia. Harta ini hanya muncul di sisi Beruang Pemecah Bumi, dan dari sepuluh ribu beruang, belum tentu satu pun memiliki genangan ini. Hari ini dia benar-benar beruntung bisa mendapatkan harta karun tersebut.