Bab Empat Puluh Tiga: Leng Qingqiu
Raungan naga berpadu dengan pekikan burung phoenix. Nyala api nirwana dan napas naga sejati saling memancarkan kilau cemerlang, menampakkan berbagai pemandangan aneh nan menakjubkan di tempat ini.
Mulai dari fenomena bulan cerah yang terbit di atas lautan, hingga mata air manis yang memancar dari dalam tanah...
Semua itu mengubah wajah tempat terlarang ini, menyelimutinya dalam bias cahaya keberuntungan yang damai.
Suasana tenang ini bertahan selama beberapa hari, sebelum akhirnya dipecahkan oleh suara pertempuran yang sengit.
"Cukup! Jangan paksa aku untuk bertindak!"
Ning Chang'an memelototi lawannya dengan mata tajam, sambil menangkis dan memecahkan berbagai jurus mematikan yang dikeluarkan oleh gadis misterius itu secara terus-menerus.
Pada saat yang sama, dia merasa sangat jengkel. Saat terbelit oleh naga emas tadi, kesadarannya sempat hilang. Begitu tersadar kembali, dia mendapati dirinya sedang mendekap sesosok wanita cantik, merengkuhnya dalam pelukan dengan posisi yang sangat intim.
Tepat saat ia merasa bersyukur karena sadar lebih dulu dan berniat menyelinap pergi secara diam-diam, gadis itu tiba-tiba terbangun. Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar lagi, begitu melihat pemandangan tersebut, wanita itu langsung menyimpulkan bahwa dirinya telah dimanfaatkan saat sedang tidak berdaya, dan langsung melancarkan serangan yang kejam.
"Pria cabul! Jika aku tidak membunuhmu, di mana lagi aku, Leng Qingqiu, bisa menampakkan wajah di dunia ini?"
Wanita itu sangat murka. Ekspresi dingin dan tenangnya seketika lenyap, digantikan oleh tekad yang bulat untuk membunuh!
Baru saja sadar, ia langsung dihadapkan pada pemandangan yang hampir membuatnya pingsan!
Tubuhnya yang tanpa sehelai benang pun dipeluk erat oleh seorang pria. Ini adalah sebuah penghinaan besar, dan tidak ada cara lain untuk melampiaskan kebencian selain membunuhnya.
"Aku sama sekali tidak tahu apa yang terjadi. Lagipula, memelukmu sebentar tidak akan membuatmu mati."
Ning Chang'an juga mulai tersulut emosi!
Selama ini dia selalu mengalah, seolah-olah hanya menjadi pihak yang diserang secara pasif, rela menahan rasa sakit fisik semata-mata agar wanita ini bisa melampiaskan amarahnya.
Bagaimanapun juga, dari sudut pandang mana pun, dialah yang diuntungkan.
Namun, orang ini terus mengejar dan bersikeras ingin membunuhnya, melancarkan jurus mematikan di setiap langkahnya.
"Pria cabul! Akan kuhabisi kau."
Sepasang mata indah Leng Qingqiu memancarkan niat membunuh.
Mereka berdua kembali terlibat dalam pertarungan sengit. Pertempuran itu berlangsung sangat sengit, tetapi pada akhirnya, ekspresi wajah keduanya berubah drastis secara bersamaan!
Warisan yang mereka kira telah usai ternyata bangkit kembali. Saat ini, tubuh Ning Chang'an dipenuhi sisik naga seolah hendak berubah menjadi naga sejati yang mengarungi langit, sementara Leng Qingqiu dikelilingi kobaran api nirwana yang seakan ingin membakar langit dan merebus lautan.
Namun, yang lebih membuat mereka berdua ngeri adalah munculnya gejolak hasrat asing dari lubuk hati yang paling dalam, mengancam untuk merenggut sisa-sisa kewarasan mereka, mengabaikan rasa malu, dan menjerumuskan keduanya ke dalam dorongan naluriah yang paling primitif.
"Warisan sialan! Sifat naga memang identik dengan birahi, ucapan orang-orang zaman dahulu sama sekali tidak salah!"
Ning Chang'an tiba-tiba merasa wanita di hadapannya tampak begitu memikat dan menggairahkan, membuatnya nyaris tidak mampu menahan diri untuk mendekapnya erat-erat dan mencumbunya sesuka hati.
Wajah cantik Leng Qingqiu merona merah, kaki jenjangnya saling merapat dan bergesekan. Sebuah sensasi aneh yang belum pernah ada sebelumnya bergejolak hebat di dalam tubuhnya, membuat tatapannya pada Ning Chang'an menyiratkan pergolakan batin yang sangat kuat.
"Pergilah yang jauh!"
Bentak Leng Qingqiu. Jika keadaan ini terus berlanjut, bencana besar akan terjadi, bahkan bisa mempertaruhkan nyawa mereka. Oleh karena itu, ia sangat ingin agar Ning Chang'an menjauh darinya.
Sepasang mata Ning Chang'an memerah, hanya menyisakan secercah kewarasan tipis di pupil matanya yang membuatnya mampu bertahan dengan susah payah. Sambil terengah-engah, ia berkata, "Tenanglah."
Leng Qingqiu menghela napas lega. Ia merasa hampir tak sanggup lagi menahan diri. Berbagai ucapan rahasia antarteman wanita serta kisah-kisah roman yang tak sengaja ia baca di masa lalu kini berkelebat di dalam benaknya, mengancam untuk meruntuhkan sisa-sisa akal sehatnya.
"Aum!"
Ning Chang'an meraung tertahan. Ia merasa sosok Leng Qingqiu saat ini begitu sempurna hingga seluruh kata-kata indah di dunia pun tidak sanggup melukiskannya. Wanita itu seolah telah menjadi cinta sejati dalam hidupnya, membangkitkan hasrat penguasaan yang begitu kuat di dalam dirinya, membuat tatapannya pada Leng Qingqiu dipenuhi dengan naluri menaklukkan.
Pada saat yang sama, Leng Qingqiu benar-benar tenggelam dalam gelora asmara. Desahan tanpa sadar yang keluar dari bibirnya seolah menjadi pemantik yang membakar segalanya.
Kesadaran Ning Chang'an akhirnya benar-benar lenyap. Dengan beringas, ia menerjang dan menubruk tubuh Leng Qingqiu.
"Berani sekali kau!"
Pada detik itu juga, Leng Qingqiu tersadar seketika!
Ia mengayunkan tangannya, dan sebilah pedang pendek muncul di antara jemari indahnya yang lentik. Sambil menggenggam pedang itu, ia mengarahkannya langsung ke arah bagian bawah tubuh Ning Chang'an untuk memotongnya.
Dengan tatapan penuh kebencian dan dingin ia bergumam: "Jika masalah ini tidak bisa diselesaikan, maka selesaikan saja sumber yang bisa mendatangkan masalah!"
Bahkan dalam situasi seperti ini, wanita itu tetap mempertahankan kewarasan mutlaknya, berniat memutus akar dari segala petaka.
"Keparat! Kau benar-benar sudah keterlaluan, ya? Apakah semua ini salahku? Ini adalah kehendak takdir."
Ning Chang'an bertindak nekat. Ia mengulurkan tangan untuk menangkis ke bawah, mencengkeram pergelangan tangan Leng Qingqiu, lalu menariknya dengan kasar dan menahannya di atas kepala wanita itu.
Bersamaan dengan itu, gejolak hasrat yang membara semakin menjadi-jadi!
Kewarasan yang susah payah mereka pertahankan kini perlahan-lahan runtuh sedikit demi sedikit.
"Jika kau berani menodaiku, begitu aku sadar nanti, di langit maupun di bumi, aku pasti akan membunuhmu."
Air mata jatuh membasahi wajah Leng Qingqiu. Ia tahu dirinya sudah tidak mampu melawan lagi!
Ini adalah warisan tingkat kaisar, adakah orang di dunia ini yang mampu menawannya?
"Sampai saat ini masih berani mengancamku? Kalau begitu, akan kuperbuat kau sampai mati!"
Kewarasan Ning Chang'an telah sepenuhnya tenggelam. Mengabaikan ancaman Leng Qingqiu, ia menghentakkan pinggangnya dengan buas dan langsung menerobos masuk. Leng Qingqiu mengeluarkan erangan tertahan karena rasa sakit, dan keduanya seketika terjatuh ke dalam pertautan yang paling liar.
Mereka berdua bergumul di atas tanah, menjadikan langit sebagai selimut dan bumi sebagai ranjang. Semburan cahaya keemasan dan kemerahan membumbung tinggi, menyelimuti tubuh mereka berdua dan menutupi pemandangan indah yang terbentang di tempat itu.
Di bagian tengah kerangka naga, cahaya keemasan dan merah menyatu membentuk kepompong raksasa. Samar-samar terdengar suara desah penuh nafsu dari dalam kepompong tersebut. Setelah berlangsung selama beberapa hari, suara retakan akhirnya terdengar nyaring.
Krek.
Retakan menyebar dengan sangat cepat, dan kepompong raksasa itu akhirnya pecah berkeping-keping.
Begitu kepompong itu terbelah, sesosok tubuh yang diselimuti sisik naga melesat keluar dengan kecepatan tinggi. Masih di udara, ia mengenakan pakaiannya dengan cepat, lalu berubah menjadi seberkas cahaya yang meluncur deras ke kejauhan.
Namun, tepat saat ia mengira dirinya telah berhasil lolos, Leng Qingqiu tiba-tiba muncul di hadapannya!
Di punggungnya terdapat sepasang sayap burung phoenix sejati yang sangat besar, membuatnya bergerak secepat kilat dan mampu mendahului untuk mencegat jalurnya.
"Kau... ingin mati dengan cara apa?" Leng Qingqiu berdiri di udara, menatap rendah ke arah Ning Chang'an.
Tatapan Ning Chang'an menyiratkan kerumitan: "Apakah kita harus bertarung hingga mati?"
Meskipun dalam urusan ini dirinyalah yang paling diuntungkan, tetapi seperti yang ia katakan sebelumnya, ini sama sekali bukan salahnya; takdir telah menggariskan demikian, dan ia pun tidak memiliki kuasa untuk menolaknya.
Leng Qingqiu tidak mengucapkan sepatah kata pun, menganggap omong kosong apa pun tidak ada gunanya. Dengan satu teunjuk dari jari indahnya, seberang tenaga dalam yang memancarkan niat membunuh melesat tajam mengincar titik di antara kedua alis Ning Chang'an.
Serangan yang begitu mengerikan membuat Ning Chang'an merasa ngeri!
Wanita ini benar-benar jauh lebih kuat daripada sebelum menerima warisan. Ujung kakinya menyentuh tanah dengan ringan saat ia melesat mundur menghindari serangan itu, sementara kedua telapak tangannya terus menerus menghantam ke depan untuk menciptakan lapisan pertahanan energi yang tebal di hadapannya.
"Cring!"
Namun, semua itu sia-sia.
Pertahanan energi Ning Chang'an sama sekali tidak berguna dan dengan mudahnya ditembus. Kecepatan serangan itu bahkan nyaris tidak berkurang, tetap meluncur lurus untuk merenggut nyawanya.
Ning Chang'an terpaksa kembali bertindak. Kedua tangannya berubah wujud menjadi cakar naga, lalu mencengkeram dengan ganas ke arah terjangan tenaga dalam tersebut!
Meski berhasil menahan serangan Leng Qingqiu itu, ia tetap terpental mundur hingga seratus langkah ke belakang, baru berhasil berhenti setelah punggungnya menghantam dinding tebing berwarna hitam.
Punggungnya pasti telah terkoyak, sisik naga di telapak tangannya hancur berkeping-keping, bahkan telapak tangannya pun dipenuhi luka berdarah.
Namun, Ning Chang'an seolah tidak merasakan sakit. Ia menatap Leng Qingqiu yang terus mendesaknya, dengan tatapan yang rumit: "Harus sedemikian rupa kah?"
"Pria cabul, hari ini aku pasti akan mencabut nyawamu."
Wajah cantik Leng Qingqiu tampak begitu dingin, dan suara indahnya yang sebening air pegunungan terdengar sangat menusuk tulang.
"Bisakah kau bersikap sedikit lebih masuk akal? Itu adalah efek samping dari warisan tingkat kaisar, apa kau pikir aku sanggup menahannya?" Ning Chang'an tersenyum pahit.
Ia benar-benar tidak ingin bertarung sampai mati dengan wanita ini. Jangankan kondisinya saat ini yang jelas bukan tandingan Leng Qingqiu, seandainya pun ia menang, ia tidak akan sanggup melukai wanita itu.