150. S.H.I.E.L.D. yang Membentur Tembok
Sebenarnya Jeff tidak memerlukan bius sama sekali.
Hanya saja, jika seorang pasien yang baru saja menjalani operasi didorong keluar dari ruang operasi dengan kondisi mental yang sangat prima dan segar berrbugar, bagaimanapun juga hal itu akan tampak seperti sebuah penghinaan bagi dokter dan rumah sakit.
Meskipun Jeff bersikeras bahwa luka bekas operasinya sama sekali tidak sakit dan ia merasa vitalitasnya sedang sangat meluap-luap.
Namun...
Demi menjaga martabat dokter dan reputasi rumah sakit, dan yang paling penting agar prosedur medis berjalan normal, maka meskipun dosisnya harus ditambah, Jeff tetap dibius hingga tidak sadarkan diri.
Mana boleh seorang pasien, saat perutnya sedang dibedah, malah asyik mengobrol dengan penuh semangat kepada dokter yang mengoperasinya. Itu sama sekali tidak masuk akal.
George teringat ekspresi aneh dokter yang keluar tadi, lalu menggelengkan kepalanya. "Kata dokter, Jeff mungkin sudah bisa sadar sekitar siang nanti."
Locke mengangguk. "Itu kabar bagus."
Gwen melihat sekeliling. "Ayah, di mana Kate dan Jason?"
George mengusap wajahnya. "Mereka pergi mencari petunjuk."
Sebenarnya ia juga ingin ikut, tetapi ia adalah seorang inspektur, bukan detektif. Lagipula, Kate dan Jason adalah sahabatnya sekaligus sahabat baik Jeff. Jason bahkan merupakan rekan kerja Jeff, jadi siapa pun yang diminta tinggal di sini pasti tidak akan rela.
Oleh karena itu, hanya George yang bisa mengalah.
Gwen berpikir sejenak lalu berkata, "Kalau begitu, Ayah, aku dan Locke akan pergi ke kantor asuransi dulu. Kahn dan Cindy masih menunggu kami. Setelah itu, aku dan Locke akan berjaga di sini, dan Ayah pulanglah untuk beristirahat?"
Locke menimpali perkataan Gwen. "Benar, George, kau sudah tidak tidur semalaman. Sejujurnya, kau terlihat sangat buruk dan kelelahan. Pulanglah untuk tidur, biar aku dan Gwen yang berjaga di sini."
George memandang Locke, lalu beralih menatap Gwen.
Gwen menunjukkan ekspresi seolah-olah ia bersikeras dengan pendiriannya.
George tersenyum tipis. "Baiklah, begitu kalian kembali, aku akan pulang untuk mandi dan berganti pakaian."
Gwen menunjukkan senyuman kecil.
Sebenarnya urusan di kantor asuransi tidak memakan banyak waktu. Hanya dalam waktu sekitar satu jam, pihak asuransi telah mengambil polis dari keempat orang tersebut dan langsung mentransfer dana klaim yang sesuai.
Kecepatannya sangat luar biasa, bisa dibilang ini adalah perusahaan asuransi yang sangat berhati nurani. Dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan asuransi di luar sana yang mencari segala cara agar tidak perlu membayar klaim, yang satu ini bagaikan berada di surga sementara yang lain di neraka.
"Asuransi Silver City!"
Locke melihat jumlah klaim tiga juta yang masuk ke dalam rekeningnya, mengangkat alisnya, dan memandangi aplikasi pembayaran di ponselnya. "Cukup sesuai dengan namanya."
Silver City, dalam beberapa legenda, adalah sebutan bagi kota tempat para malaikat tinggal. Sama seperti Big Apple yang berarti New York, dan Kota Malaikat yang berarti Los Angeles, Silver City adalah nama lain dari surga.
Mengenai mengapa jumlah klaim Locke mencapai tiga juta?
Begini.
Porsi pribadi Locke sebenarnya hanya satu juta, tetapi Cindy dan Kahn bersikeras mentransfer bagian terbesar yaitu tujuh ratus lima puluh ribu dolar kepada Locke, sementara Gwen memberikan lima ratus ribu dolar.
Karena tiket masuk milik Cindy dan Kahn jika digabungkan bernilai lima ratus ribu.
Ngomong-ngomong.
Saat Kahn mengajak Cindy menaiki kapal Oceanus, orang tua Cindy langsung mentransfer uang tiket Cindy senilai dua ratus lima puluh ribu dolar ke keluarga Kahn.
Saat Locke dan Gwen hendak pergi, seperti biasa, Kahn dan Cindy terus-menerus mengucapkan terima kasih kepada Locke.
Locke menggelengkan kepalanya, menyalakan mesin mobil, dan setelah meninggalkan kantor asuransi, ia melirik Gwen yang duduk di kursi penumpang depan. "Mereka mengucapkan terima kasih terlalu banyak hari ini."
Gwen lantas berkata, "Kau memang tidak meminta mereka untuk berterima kasih, tetapi mereka tidak boleh tidak berterima kasih. Namun, bukankah ini juga alasan mengapa kita adalah sahabat baik?"
Locke tersenym.
Ucapan Gwen ini terdengar agak berbelit-belit, tetapi tetap bisa dipahami. Nyawa mereka diselamatkan oleh Locke, bahkan uang klaim asuransi ini pun bisa dikatakan diberikan begitu saja oleh Locke.
Jika Cindy dan Kahn menganggap semua itu sebagai hal yang wajar, itu hanya membuktikan bahwa kedua orang itu tidak layak untuk dijadikan sahabat dekat.
Faktanya memang membuktikan hal sebaliknya.
Cindy and Kahn bukanlah orang-orang seperti itu. Satu juta dolar sudah cukup membuat seorang warga New York bekerja keras seumur hidupnya, tetapi pada saat pencairan klaim, keduanya bersikeras hanya mengambil uang seharga tiket kapal saja. Mereka bahkan memperlihatkan sikap bahwa jika Locke menolak, mereka lebih baik merobek uang itu dan membiarkan pihak asuransi meraup keuntungan besar.
Locke pun tidak bersikeras menolak.
Mereka berempat adalah sahabat baik di sekolah, mengambil kelas yang sama, makan bersama, berkumpul saat kegiatan sore hari, bahkan pergi ke perpustakaan untuk membaca buku bersama setelah pulang sekolah atau saat akhir pekan. Kali ini, kejadian itu semakin menegaskan satu hal: Cindy dan Kahn adalah teman yang bisa diandalkan.
Kembali ke rumah sakit.
George melihat Locke dan Gwen datang kembali, lalu bangkit berdiri, mengusap wajahnya, dan berkata kepada Locke, "Locke, merepotkan kalian jadinya. Aku akan pulang untuk mandi sebentar lalu kembali lagi."
Locke tersenyum. "Sama-sama, George."
Melihat itu, George tidak berkata apa-apa lagi. Keberadaan Gwen dan Locke di sini sudah mewakili kehadirannya. Di koridor juga ada petugas kepolisian lainnya, dan setidaknya kedatangan putri seorang inspektur sudah cukup untuk menunjukkan sikap resminya.
Beberapa saat kemudian.
Locke dan Gwen duduk di koridor, menatap ke arah bangsal di balik kaca transparan. Pemandangan di dalam sana tidak ada bedanya dengan saat mereka pergi tadi.
Jeff Martin masih berbaring di atas ranjang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Sementara istrinya, Doris, meskipun belum memejamkan mata semalaman, tetap menggenggam tangan kanan Jeff sambil memanjatkan semacam doa.
Pemandangan itu terlihat begitu hangat.
Gwen sepertinya teringat sesuatu dan berucap, "Hubungan antara Jeff dan Doris selalu sangat baik. Itu adalah jenis hubungan yang paling kuiri."
Locke mengangkat alisnya, seolah ia menemukan inti pembicaraan. "George dan Helen..."
Gwen melirik tajam ke arah Locke. "Apakah kau sedang mendoakan yang buruk untuk ayahku?"
Locke menatap Gwen balik. "Jadi, apakah kau sedang mendoakan yang buruk untukku, diriku di masa depan?"
Gwen sedikit tertegun, lalu memukul bahu Locke. Ia tampak ingin tertawa, tetapi mengingat di mana mereka berada saat ini, ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan menahan tawanya.
Locke tidak berniat masuk ke ruang rawat untuk membangunkan Jeff Martin.
Karena bagaimanapun juga, tindakan itu akan terlihat terlalu bersemangat atau disengaja.
Tidak ada gunanya.
Dokter juga sudah mengatakan bahwa Jeff akan sadar pada siang hari, dan pada saat itu ia sudah bisa berbicara. Tidak perlu terburu-buru. Sedikit kelalaian bisa menghancurkan segalanya, dan kewaspadaan sejak dini adalah hal yang dipahami betul oleh Locke.
Pukul satu siang, George dan Helen datang. Ketiga anak di rumah telah dititipkan kepada seorang siswi SMA penghuni apartemen untuk menjaga mereka.
Namun...
Begitu Locke dan Gwen selesai makan di luar dan kembali, saat melangkah keluar dari lift, mereka kebetulan melihat George sedang mengantar dua agen S.H.I.E.L.D. sampai ke dekat pintu lift.
Kenapa mereka bisa dipastikan sebagai agen S.H.I.E.L.D.?
Intuisi.
Ia sudah beberapa kali berurusan dengan agen S.H.I.E.L.D., dan indra keenamnya sudah memiliki memori tersendiri tentang cara mengenali mereka.
George melihat Locke dan Gwen keluar dari lift, lalu mengalihkan pandangannya kembali kepada kedua agen S.H.I.E.L.D. yang menyamar sebagai FBI itu. "Lain kali, aku tidak ingin melihat ada agen federal mana pun yang ikut campur dalam kasusku."
Kedua agen S.H.I.E.L.D. itu memasang ekspresi agak tak berdaya. "Inspektur Stacy, kami hanya ingin membantu."
Sebenarnya mereka tidak berniat datang.
Bagaimanapun, akibat insiden Locke sebelumnya, hubungan antara kantor FBI New York dan Kepolisian New York masih sangat buruk hingga saat ini. Namun, masalah ini tidak bisa ditangani dengan menyamar sebagai Departemen Keamanan Dalam Negeri, jadi mereka terpaksa menebalkan muka dan membawa-bawa nama FBI sesuai instruksi dari atasan untuk memeriksa apakah leher Jeff atau bagian tubuh lainnya memiliki bekas gigitan taring yang serupa.
Namun...
Baru saja mereka mengutarakan maksud kedatangan, mereka langsung disemprot habis-habisan.
George memasang wajah tanpa ekspresi dan mengeluarkan ponsel dari saku bajunya. "Kalau begitu, aku akan bicara sendiri dengan bos kalian bahwa Kepolisian New York tidak butuh bantuan kalian."
Kedua agen S.H.I.E.L.D. itu sedikit terkejut dan langsung melangkah masuk ke dalam lift. "Maaf mengganggu, kami akan pergi sekarang."
Karena hubungan antara FBI dan Kepolisian New York telah merosot hingga titik beku, tentu saja hubungan antara S.H.I.E.L.D.—sebagai dalang di balik semua itu—dengan kantor FBI New York juga berada jauh di bawah titik beku.
Jika sebuah telepon benar-benar dilayangkan ke kantor FBI, tidak diragukan lagi bahwa atasan di sana akan langsung menyatakan bahwa tidak ada orang semacam mereka di instansi tersebut. Pada saat itu, diperkirakan krisis keterbukaan rahasia S.H.I.E.L.D. yang lain akan meledak kembali.
Mantan Direktur S.H.I.E.L.D., Nick Fury, saja dipecat secara langsung karena krisis pembongkaran rahasia dan tewas dengan mengenaskan.
Bagaimana dengan mereka berdua?
Mereka kemungkinan besar akan langsung dibuang dan dikorbankan.
George melihat pintu lift yang tertutup rapat, lalu mendengus dingin.
Gwen mengerjap-ngerjapkan matanya. "Ayah, kedua orang itu..."
George menarik kembali pandangannya. "Kota New York adalah milik warga New York."
Ia tentu tahu apa tujuan kedua agen FBI itu datang kemari. Bukankah sama seperti enam belas tahun lalu, mereka berniat merebut kasus ini dari tangannya?
Dulu George tidak punya pilihan. Sekarang, jangankan ia punya pilihan, bahkan jika ia tidak punya pilihan pun, George tidak akan membiarkan FBI merampas kasus ini.
Sialan, korban dalam kasus ini adalah orang terkasih dan sahabat karibnya.
Ia sama sekali tidak tertarik pada uang. Menambah uang sebanyak apa pun tidak akan ada gunanya. Jika George memang tertarik pada uang, sekali lagi, ia tidak akan tinggal berdesakan bersama keluarga berenangnya di apartemen kecil.
Ia pasti sudah hidup makmur memiliki rumah mewah besar dan kapal pesiar pribadi seperti para detektif di Los Angeles sana.
Locke memasang ekspresi serius. "Sangat berwibawa!"
George tersenyum kecil, berbalik, dan berjalan menuju ruang rawat Jeff.
Tindakan Locke yang menyewa jajaran pengacara top Wall Street dari firma hukum TNTG untuk menuntut FBI dan kemudian menuntut Departemen Keamanan Dalam Negeri, bisa dikatakan telah mencoreng wajah Departemen Kehakiman dan menyeretnya ke lantai untuk diinjak-injak dengan kejam.
Itu adalah hal yang sangat memuaskan.
Begitu pula bagi Kota New York.
Bagaimanapun, karena sistem federal, setiap negara bagian memiliki idealismenya masing-masing.
Texas selalu menjadi pelopornya.
Dan sampai sekarang pun masih begitu.
New York?
Itulah sebabnya surat kabar di Texas sana masih sering memberitakan masalah ini hingga sekarang.
Lahir di Texas, berasal dari negara bagian Bintang Tunggal yang paling muda, dan mewarisi semangat koboi, Locke Broughton pergi ke New York dan membawa serta semangat menjunjung tinggi kebebasan yang dimiliki oleh warga Texas yang berkarakter lugu itu ke sana.
Warga Texas sangat bangga akan hal itu.
Saat Locke menggugat FBI, kantor cabang FBI di New York memang tidak sampai dihancurkan.
Namun kantor FBI di Texas sana malah dilempari berbagai botol kosong.